Wednesday, August 15, 2012

GAYA KEPEMIMPINAN


KETAHUI GAYA KEPEMIMPINAN ANDA?

Michael H. Hart: “Diantara para pemimpin kharismatis di dunia, Nabi Muhammad SAW  dinilai sebagai pemimpin kharismatis yang tidak ada tandingannya…”  
Pada dasarnya, setiap manusia memiliki jiwa sebagai pemimpin sejak lahir, namun perkembangan lingkungan dan kedewasaan dalam bersosialisasi dapat mempengaruhinya, apakah dapat berkembang atau bahkan hilang sama sekali. Dalam kaitannya dengan hal ini, sebelum kita mengklasifikasikan gaya kepemimpinan seperti pada judul diatas, maka saya akan mengulas sedikit mengenai faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya kepemimpinan / leadership.
Dalam suatu kelompok dalam masyarakat, seperti organisasi konvensional / modern, perusahaan atau instansi maka sudah pasti ada seseorang yang bertindak sebagai pemimpin, misalnya dalam organisasi politik ada Ketua Umum, dalam organisasi perusahaan ada Administrator / manajer, dalam sebuah kelas ada Ketua Kelas, pada Universitas ada Rektor dan lain sebagainya. Dengan adanya pemimpin, sudah pasti pula ada pengikutnya, akan tetapi, pengikut tidak sama dengan bawahan atau anak buah. Misalnya dalam sebuah partai politik tidak dapat dikatakan sebagai anak buah atau bawahan, akan tetapi lebih tepat kalau disebut pengikut, simpatisan atau kader, dikatakan demikian karena pengikut umumnya dengan sendirinya telah memberikan kepercayaan penuh kepada sang Ketua Umum atas ideologi dan tindakannya. Pada sebuah struktur organisasi formal, misalnya suatu perusahaan, lazim disebut karyawan / pegawai / bawahan / anak buah, dan disini, anak buah mau atau tidak mau, suka atau tidak suka harus tunduk dengan sang administrator / manajer dan hubungan antaranya biasanya hanya sebatas pekerjaan. Namun dalam suatu perusahaan juga dimungkinkan terdapat kepengikutan seperti halnya pada partai politik yang dapat diukur dari tingkat loyalitas anak buah kepada atasannya. Dan hal ini bergantung apakah administrator / manajer / pimpinan yang bersangkutan memiliki sifat kepemimpinan atau tidak.

  Menurut Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A, dalam Psikologi Manajemen dan Administrasi (1989 : 169), kepengikutan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 
1. Kepengikutan Berdasarkan Naluri
Dalam klasifikasi ini, terjadinya kepengikutan pada sejumlah orang disebabkan timbulnya dorongan untuk menaruh kepercayaan kepada seseorang, sehingga mereka bersedia untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu yang dikehendaki orang yang memperoleh kepercayaan itu. Orang yang menerima kepercayaan itu diakui sebagai pemimpin karena dianggapnya mampu melindungi kepentingan atau mewujudkan aspirasi orang-orang yang menaruh kepercayaan tadi.Kepemimpinan dan kepengikutan jenis ini dinamakan kepemimpinan kharismatik (charismatic leadership).
2. Kepengikutan Berdasarkan Tradisi
Kepengikutan ini timbul disebabkan adanya kebiasaan secara turun menurun. Kepengikutan jenis ini terdapat baik dalam masyarakat skala besar seperti negara, maupun dalam skala kecil seperti desa. Dalam kepengikutan jenis ini, orang-orang yang menjadi pengikutnya tidak melakukan penilaian terhadap benar salahnya atau baik buruknya kebijakan yang dijalankan pemimpin.
3.Kepengikutan Berdasarkan Agama
Para pengikut berdasarkan agama acapkali bersifat fanatik, berani mati, karena matinya itu demi Tuhan penguasa dunia akhirat. Khalayak yang menjadi pengikut pimpinannya berdasarkan agama menganggap bahwa pimpinannya itu adalah orang yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya, karena sebagai tokoh agama ia selain menguasai ketentuan-ketentuan agama mengenai apa yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, ia sendiri yang pertama-tama akan mematuhinya.
4. Kepengikutan Berdasarkan Rasio
Kepengikutan ini dapat dijumpai di kalangan orang-orang terpelajar dalam suatu masyarakat. Mereka mengakui seseorang sebagai pimpinannya berdasarkan pertimbangan rasional, berlandaskan penalaran (reasoning).Biasanya, khalayak yang secara rasional mengakui seseorang sebagai pemimpinnya karena orang itu berpendidikan tinggi dan berwawasan luas. Oleh karena itu, khalayak menganggap bahwa prilaku sang pemimpin itu didasari pemikiran yang matang dengan menyadari akibat prilakunya itu, serta mengetahui pula tindakan apa yang dijadikan antisipasi jika kegiatannya itu keliru.
5. Kepengikutan Berdasarkan PeraturanKepengikutan berdasarkan peraturan terdapat pada masyarakat modern, dimana orang-orang mengelompokkan diri untuk mencapai suatu tujuan berdasarkan kepentingan yang sama secara bersama-sama. 


Dari 5 (lima) klasifikasi kepengikutan diatas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa kepengikutan itu bisa timbul dengan sendirinya tanpa adanya persuasi (kharismatik) atau juga bisa muncul dengan adanya paksaan.                                               

     Diantara para pemimpin kharismatis di dunia, Nabi Muhammad SAW  dinilai sebagai pemimpin kharismatis yang tidak ada tandingannya. Dalam bukunya yang berjudul “Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah”, Michael H. Hart, yang diterjemahkan oleh H. Mahbub Djunaedi, mencantumkan Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh nomor satu. Hart beralasan bahwa : “Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. 



Berasal usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya tetap kuat dan mendalam serta berakar.”

Setelah kita memahami klasifikasi kepengikutan seperti yang saya kutip dari pendapatnya Pak Onong, mari kita bahas mengenai yang namanya Gaya Kepemimpinan. Gaya Kepemimpinan sejatinya ada 3 (tiga) bentuk, yaitu:

1.

  1. Otoriter (Authoritarian Leadership)

Seperti yang kita ketahui, bahwa kekuasaan otoriter gaya kepemimpinan berdasarkan pada kekuasaan yang mutlak dan penuh. Dengan kata lain, sang pemimpin yang dalam kepemimpinan ini disebut juga sebagai diktator, bertindak mengarahkan pikiran, perasaan dan prilaku orang lain kepada suatu tujuan yang telah ditetapkannya. Artinya segala ketentuan dan keputusan berada di tangan si pemimpin. David Krech, Richard S. Crutchfield, Egerton L. Ballachey, menggambarkan mengenai kepemimpinan ini: bahwa dalam suatu kelompok yang sangat kecil, antara pemimpin dan pengikut terjadi kontak pribadi karena komunikasi berlangsung secara interpersonal, namun ketika kelompok menjadi besar, maka hubungan antara pemimpin menjadi semakin jauh dan melalui peringkat peringkat. Organisasi hirarkis pada kelompok otoriter dapat dikaji sebagai konsekwensi dari tujuan si pemimpin untuk senantiasa memelihara posisinya sebagai kekuasaan sentral. Dan menurut David Krech, Richard S. Crutchfield, Egerton L. Ballachey, Suasana seperti ini kondusif untuk frustasi dan agresi serta meningkatnya ketegangan dan konflik intra kelompok



2.

  1. Demokratis (Democratic Leadership)
Yang dimaksud dengan gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya atau cara memimpin yang demokratis, dan bukan karena dipilihnya si pemimpin secara demokratis. Gaya yang demokratis seperti ini misalnya saja si pemimpin memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada para bawahan dan pengikutnya untuk mengemukakan pendapatnya, saran dan kritikkannya dan selalu berpegang pada nilai-nilai demokrasi pada umumnya. 



3.

  1. Kepemimpinan Bebas (Laisez Faire Leadership)
Dalam kepemimpinan jenis ini, sang pemimpin biasanya menunjukkan suatu gaya dan prilaku yang pasif dan juga seringkali menghindari dirinya dari tanggung jawab. Dalam prakteknya, Si pemimpin hanya menyerahkan dan menyediakan instrumen dan sumber-sumber yang diperlukan oleh anak buahnya untuk melaksanakan suatu pekerjaan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan pimpinan. Pimpinan yang memiliki gaya ini memang berada diantara anak buahnya, akan tetapi ia tidak memberikan motivasi, pengarahan dan petunjuk, dan segala pekerjaan diserahkan kepada anak buahnya. Itulah ketiga bentuk gaya kepemimpinan.  Termasuk yang manakah gaya kepemimpinan Anda?

Thursday, March 22, 2012

Kwik Kian Gie: Subsidi BBM itu Bohong!

Kwik Kian Gie: Subsidi BBM itu Bohong!

Sesungguhnya biaya produksi minyak dari menggali minyak, kilang, hingga distribusi ke Pom Bensin menurut KKG adalah US$ 10/brl. Ada baiknya kita naikan saja jadi US$ 15/brl untuk memberi keuntungan bagi pendukung Neoliberalisme yang mengatakan Subsidi BBM itu ada. Itu sudah termasuk keuntungan yang cukup besar bagi para operator dan distributor.
Taruhlah rate 1 US$ = Rp 10.000 dan 1 barrel = 159 liter.
Jika harga minyak Rp 4.500/liter, artinya Rp 715.500/brl atau US$ 71/brl.
Jadi dengan biaya produksi hanya US$ 15/brl dan harga jual US$ 71/brl, sebetulnya pemerintah untung US$ 56/brl. Bayangkan jika produksi BBM kita 1 tahun 350 juta barel. Pemerintah untung US$ 19,6 milyar atau Rp 196 trilyun/tahun.
Itu kalau pakai harga “Subsidi” Rp 4.500/liter. Kalau pakai harga Pertamax yang Rp 9000/liter, pemerintah untung Rp 392 trilyun/tahun.
Tapi bagaimana dengan harga minyak dunia yang misalnya US$ 120/brl? Bukankah kita rugi US$ 79/brl?
Benar kalau kita adalah negara bukan penghasil minyak seperti Singapura atau Jepang yang harus beli minyak dari negara lain.
Tapi Indonesia memproduksi sendiri minyaknya sebesar 907 ribu barel/hari. Bahkan mungkin lebih jika tidak dikadali perusahaan minyak asing yang mengelola 90% minyak kita. Sementara kebutuhan BBM “Subsidi” itu hanya 740 ribu bph. Jadi masih untunglah pemerintah. Mau harga minyak dunia naik sampai US$ 200/brl pun sebetulnya biaya produksi minyak di Indonesia tidak akan berubah. Paling banter cuma US$ 15/brl.
Cuma ya itu beda pemikiran ekonom kerakyatan atau Islam dibanding ekonom Neoliberal yang berpihak pada perusahaan-perusahaan minyak asing. Meski untung, mereka tetap bilang rugi.
Padahal minyak itu adalah milik bersama rakyat Indonesia. Bukan milik perusahaan minyak atau pemerintah Indonesia. Jadi tak pantas dijual dengan harga “Internasional”.
Simulasi Harga Minyak dalam bentuk XLS bisa didownload di sini:
Kita akan tahu bahwa meski harga minyak dunia US$ 200/brl, Indonesia tetap untung dgn harga Rp 4500/ltr atau US$ 71 brl mengingat biaya produksi hanya US$ 15/brl.
Lihat perbandingan beda pandangan antara pemahaman untung/rugi penjualan minyak antara pemikiran Ekonom Islam/Rakyat dengan Ekonom Neoliberal yang dipengaruhi Yahudi.
Di zaman Nabi ada Yahudi yang menjual air dengan harga tinggi kepada rakyat. Harap diketahui, hingga sekarang harga air di Arab Saudi lebih mahal daripada harga minyak karena air di sana sangat langka. Namun setelah dibeli ummat Islam sumur airnya, Nabi membagikannya gratis kepada rakyat. Ini karena rakyat harus bisa mendapatkan kebutuhan hidupnya dengan mudah.
Perbandingan di bawah dengan asumsi:
1 barel = 159 liter
1 US$ = Rp 10.000
Produksi minyak Indonesia = 907 ribu bph
Kebutuhan BBM “Subsidi” dgn harga Rp 4500/ltr (US$ 71/brl) = 740 ribu bph
Total biaya produksi minyak Indonesia = US$ 15/brl
HARGA MINYAK DUNIA (US$/BRL)
Persepsi Untung/Rugi
60
120
200
400
Ekonom Islam/Rakyat
56
56
56
56
Ekonom Neoliberal
11
-49
-129
-329
Saat harga “Minyak Dunia” tinggi, kaum Neolib memandang Indonesia rugi. Padahal dibanding biaya produksi yang tetap, sebetulnya untung.
Anggito Abimanyu, salah satu fundamentalis neo-liberal Indonesia yang selalu bersikeras menaikkan harga BBM dengan alasan “mengurangi beban subsidi BBM“, mengakui bahwa selama ini tidak pernah ada subsidi dalam BBM.
“Masih ada surplus penerimaan BBM dibanding biaya yang dikeluarkan,” katanya dalam acara talkshow di TVOne hari Senin (13/03/2012), terkait rencana kenaikan harga BBM akibat kenaikan harga BBM dunia. Anggito menjadi salah satu narasumber bersama Kwik Kian Gie dan Wamen ESDM.
Mungkin Anggito tidak akan pernah memberikan pengakuan seperti itu kalau saja tidak karena ada Kwik Kian Gie yang telah lama menyampaikan pendapatnya bahwa isu “subsidi” adalah pembohongan publik, dan pendapat itu diulangi lagi dalam acaratalkshow tersebut di atas.
Jika pun “benar” Pemerintah rugi, bisa jadi Pertamina dipaksa membeli minyak Indonesia yang 90% dikelola oleh perusahaan2 minyak AS seperti Chevron dan Exxon dengan harga New York. Jika begitu, solusinya adalah di Nasionalisasi. Cina dan Norwegia mengelola minyak mereka dengan BUMN mereka. Arab Saudi, Iran, dan Venezuela juga sudah menasionalisasi perusahaan minyak asing yang dulu memonopoli minyak mereka. Sekarang mereka makmur karena penerimaannya bertambah karena tidak dibohongi oleh perusahaan2 minyak asing.
Selama 90% kekayaan alam kita dikuasai asing, selama itu pula Indonesia melarat. Harga minyak naik, bukannya untung malah rugi karena ceritanya “Subsidi” bertambah berat. Harga minyak turun juga “Mengeluh” karena penerimaan berkurang. Tidak pernah bersyukur makanya kena siksa Allah terus.
“Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” [Ibrahim 7]
Satu wujud syukur kita dengan kekayaan alam kita adalah dengan mengelolanya sendiri sehingga bisa menikmati seluruh hasilnya. Bukan justru mengabaikannya dan menyerahkannya ke pihak asing sehingga akhirnya asinglah yang menikmati hasilnya sementara rakyat Indonesia jadi miskin dan melarat.

BBM DISUBSIDI ADALAH OMONG KOSONG

Percakapan antara Djadjang dan Mamad

Oleh Kwik Kian Gie

Pemerintah berencana tidak membolehkan kendaraan berpelat hitam membeli bensin premium, karena harga Rp. 4.500 per liter jauh di bawah harga pokok pengadaannya. Maka pemerintah rugi besar yang memberatkan APBN.
Apakah benar begitu ? Kita ikuti percakapan antara Djadjang dan Mamad. Djadjang (Dj) seorang anak jalanan yang logikanya kuat dan banyak baca. Mamad (M) seorang Doktor yang pandai menghafal.
Dj : Mad, apa benar sih pemerintah mengeluarkan uang tunai yang lebih besar dari harga jualnya untuk setiap liter bensin premium ?
M : Benar, Presiden SBY pernah mengatakan bahwa semakin tinggi harga minyak mentah di pasar internasional, semakin besar uang tunai yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengadakan bensin. Indopos tanggal 3 Juli 2008 mengutip SBY yang berbunyi : “Jika harga minyak USD 150 per barrel, subsidi BBM dan listrik yang harus ditanggung APBN Rp. 320 trilyun. Kalau USD 160, gila lagi. Kita akan keluarkan (subsidi) Rp. 254 trilyun hanya untuk BBM.”
Dj : Jadi apa benar bahwa untuk mengadakan 1 liter bensin premium pemerintah mengeluarkan uang lebih dari Rp. 4.500 ? Kamu kan doktor Mad, tolong jelaskan perhitungannya bagaimana ?
M : Gampang sekali, dengarkan baik-baik. Untuk mempermudah perhitungan buat kamu yang bukan orang sekolahan, kita anggap saja 1 USD = Rp. 10.000 dan harga minyak mentah USD 80 per barrel. Biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) + biaya pengilangan (refining) + biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin = USD 10 per barrel. 1 barrel = 159 liter. Jadi agar minyak mentah dari perut bumi bisa dijual sebagai bensin premium per liternya dikeluarkan uang sebesar (USD 10 : 159) x Rp. 10.000 = Rp. 628,93 – kita bulatkan menjadi Rp. 630 per liter. Harga minyak mentah USD 80 per barrel. Kalau dijadikan satu liter dalam rupiah, hitungannya adalah : (80 x 10.000) : 159 = Rp. 5.031,45. Kita bulatkan menjadi Rp. 5.000. Maka jumlah seluruhnya kan Rp. 5.000 ditambah Rp. 630 = Rp. 5.630 ? Dijual Rp. 4.500. Jadi rugi sebesar Rp. 1.130 per liter (Rp. 5.630 – Rp. 4.500). Kerugian ini yang harus ditutup oleh pemerintah dengan uang tunai, dan dinamakan subsidi.
Dj : Hitung-hitunganmu aku ngerti, karena pernah diajari ketika di SD dan diulang-ulang terus di SMP dan SMA. Tapi yang aku tak paham mengapa kau menghargai minyak mentah yang milik kita sendiri dengan harga minyak yang ditentukan oleh orang lain ?
M : Lalu, harus dihargai dengan harga berapa ?
Dj : Sekarang ini, minyak mentahnya kan sudah dihargai dengan harga jual dikurangi dengan harga pokok tunai ? Hitungannya Rp. 4.500 – Rp. 630 = Rp. 3.870 per liter ? Kenapa pemerintah dan kamu tidak terima ? Kenapa harga minyak mentahnya mesti dihargai dengan harga yang Rp. 5.000 ?
M : Kan tadi sudah dijelaskan bahwa harga minyak mentah di pasar dunia USD 80 per barrel. Kalau dijadikan rupiah dengan kurs 1 USD = Rp. 10.000 jatuhnya kan Rp. 5.000 (setelah dibulatkan ke bawah).
Dj : Kenapa kok harga minyak mentahnya mesti dihargai dengan harga di pasar dunia ?
M : Karena undang-undangnya mengatakan demikian. Baca UU no. 22 tahun 2001 pasal 28 ayat 2. Bunyinya : “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar.” Nah, persaingan usaha dalam bentuk permintaan dan penawaran yang dicatat dan dipadukan dengan rapi di mana lagi kalau tidak di New York Mercantile Exchange atau disingkat NYMEX ? Jadi harga yang ditentukan di sanalah yang harus dipakai untuk harga minyak mentah dalam menghitung harga pokok.
Dj : Paham Mad. Tapi itu akal-akalannya korporat asing yang ikut membuat Undang-Undang no. 22 tahun 2001 tersebut. Mengapa bangsa Idonesia yang mempunyai minyak di bawah perut buminya diharuskan membayar harga yang ditentukan oleh NYMEX ? Itulah sebabnya Mahkamah Konstitusi menyatakannya bertentangan dengan konstitusi kita. Putusannya bernomor 002/PUU-I/2003 yang berbunyi : “Pasal 28 ayat (2) yang berbunyi : “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar dari Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.”
M : Kan sudah disikapi dengan sebuah Peraturan Pemerintah (PP) ?
Dj : Memang, tapi PP-nya yang nomor 36 tahun 2004, pasal 27 ayat (1) masih berbunyi : “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi, keuali Gas Bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, DISERAHKAN PADA MEKANISME PERSAINGAN USAHA YANG WAJAR, SEHAT DAN TRANSPARAN”. Maka sampai sekarang istilah “subsidi” masih dipakai terus, karena yang diacu adalah harga yang ditentukan oleh NYMEX.
M : Jadi kalau begitu kebijakan yang dinamakan “menghapus subsidi” itu bertentangan dengan UUD kita ?
Dj : Betul. Apalagi masih saja dikatakan bahwa subsidi sama dengan uang tunai yang dikeluarkan. Ini bukan hanya melanggar konstitusi, tetapi menyesatkan. Uang tunai yang dikeluarkan untuk minyak mentah tidak ada, karena milik bangsa Indonesia yang terdapat di bawah perut bumi wilayah Republik Indonesia.
Menurut saya jiwa UU no. 22/2001 memaksa bangsa Indonesia terbiasa membayar bensin dengan harga internasional. Kalau sudah begitu, perusahaan asing bisa buka pompa bensin dan dapat untung dari konsumen bensin Indonesia. Maka kita sudah mulai melihat Shell, Petronas, Chevron.
M : Kembali pada harga, kalau tidak ditentukan oleh NYMEX apakah mesti gratis, sehingga yang harus diganti oleh konsumen hanya biaya-biaya tunainya saja yang Rp. 630 per liternya ?
Dj : Tidak. Tidak pernah pemerintah memberlakukan itu dan penyusun pasal 33 UUD kita juga tidak pernah berpikir begitu. Sebelum terbitnya UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, pemerintah menentukan harga atas dasar kepatutan, daya beli masyarakat dan nilai strategisnya. Sikap dan kebijakan seperti ini yang dianggap sebagai perwujudan dari pasal 33 UUD 1945 yang antara lain berbunyi : ”Barang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”
Dengan harga Rp. 2.700 untuk premium, harga minyak mentahnya kan tidak dihargai nol, tetapi Rp. 2.070 per liter (Rp. 2.700 – Rp. 630). Tapi pemerintah tidak terima. Harus disamakan dengan harga NYMEX yang ketika itu USD 60, atau sama dengan Rp. 600.000 per barrel-nya atau Rp. 3.774 (Rp. 600.000 : 159) per liternya. Maka ditambah dengan biaya-biaya tunai sebesar Rp. 630 menjadi Rp. 4.404 yang lantas dibulatkan menjadi Rp. 4.500.
Karena sekarang harga sudah naik lagi menjadi USD 80 per barrel pemerintah tidak terima lagi, karena maunya yang menentukan harga adalah NYMEX, bukan bangsa sendiri.
Dalam benaknya, pemerintah maunya dinaikkan sampai ekivalen dengan harga minyak mentah USD 80 per barrel, sehingga harga bensin premium menjadi sekitar Rp. 5.660, yaitu:
Harga minyak mentah : USD 80 x 10.000 = Rp. 800.000 per barrel.
Per liternya Rp. 800.000 : 159 = Rp. 5.031, ditambah dengan
biaya-biaya tunai sebesar Rp. 630 = Rp. 5.660

Karena tidak berani, konsumen dipaksa membeli Pertamax yang komponen harga minyak mentahnya sudah sama dengan NYMEX.
M : Kalau begitu pemerintah kan kelebihan uang tunai banyak sekali, dikurangi dengan yang harus dipakai untuk mengimpor, karena konsumsi sudah lebih besar dibandingkan dengan produksi.
Dj : Memang, tapi rasanya toh masih kelebihan uang tunai yang tidak jelas ke mana perginya. Kaulah Mad yang harus meneliti supaya diangkat menjadi Profesor.

Thursday, March 1, 2012

PANGERAN DIPONEGORO BERDARAH BIMA PANGERAN DIPONEGORO BERDARAH BIMA

Pada catatan kaki buku berjudul Asal Usul Perang Jawa karangan Dr. Peter Carey tertulis :


“Moyang perempuan Dipanegara, Ratu Ageng ( Tegalrejo ) ( C. 1735 - 1803 ) adalah putera Ki Ageng Derpayuda, Kyai termashur pada awal abad 18 yang berdiam di kawasan Sragen di dekat Surakarta. Melalui Ibunya Ni Agung Derpayuda ratu Ageng ( Tegalrejo ) dilahirkan dalam generasi Ketiga dari Sultan Bima di Sumbawa, kesultanan di Indonesia bagian Timur yang tersohor ketaatannya pada agama Islam. Karena itu dalam diri Dipanegara mengalir darah Madura ( dari neneknya ratu Kedhaton ) yang meninggal tahun 120 dan darah Bima”.

Pada dokumen lain yang berasal dari Raja-Raja Mataram ada disebutkan : “Kyai Suleman Bekel Jamus (Surakarta ) adalah putera raja Bima dan lahir 1601”. Dokumen ini memberikan petunjuk bahwa dalam abad 17 di Kerajaan Mataram ada putera Raja Bima yang sedang mengabdi di sana. Dihubungkan dengan tulisan Dr. Peter Carey, maka kedua dokumen itu saling mengukuhkan dan membenarkan.

Dikaitkan dengan silsilah Raja-Raja Bima, kelahiran Kyai Suleman tahun 1601 sama dengan tahun kelahiran Sultan Abdul Kahir, Sultan pertama Kerajaan Bima. Antara Kyai Sulaiman dan Sultan Abdul Kahir sebaya. Dari data tersebut tidak mungkin saudaranya Sultan Abdul Kahir apalagi keturunan generasi berikutnya sebagaiman dikemukakan sementara orang, yang kawin dengan Puteri Madura. Melainkan setidak-tidaknya salah seorang keluarga Raja Bima generasi ayah Sultan Abdul Kahir yakni pamannya yang kawin dengan Ratu Kedhaton Puteri Madura. Siapakah paman Sultan Abdul Kahir yang kawin dengan Ratu Kedhaton dari Madura ? Berorentasi kepada waktu, maka periode masa pemerintahan Raja Bima Ma Waa Ndapa mempunyai kaitan dengan data yang dikemukakan. Ma Waa Ndapa mempunyai 5 orang anak, 4 orang putera dan seorang puteri yaitu :
  1. Sarise, menjadi Raja Bima.
  2. Mantau Asi Sawo, menjadi Raja Bima, melahirkan Sultan Abdul Kahir.
  3. Manuru Sarei.
  4. Salisi, Raja Ma Ntau Asi Peka, Menjabat wali Raja bima.
  5. Seorang puteri, Ibu Bumi Jara.
Keempat saudara itu hanya Manuru Sarei yang tidak menjabat jabatan resmi Kerajaan. Pendapat itu diperkuat dengan namanya Manuru sarei yang artinya yang tinggal dihalaman. Pada masa pemerintahan Raja Ma Ntau Asi Sawo Kerajaan Bima mencapai tingkat kemakmuran yang tinggi dan mempunyai hubungan dengan Bandar Gowa dan Gresik – Surabaya. Namun sesudah Raja Ma Ntau Asi Sawo wafat, saudaranya Salisi Ruma Ma Ntau Asi Peka memangku sebagai wali kerajaan disebabkan putera mahkota yakni Ruma Ma Mbora di Mpori Wera belum mencapai usia dewasa. Dalam kesenjangan waktu tersebut Ia ingin merebut tahta kerajaan sehingga timbul kemelut politik yang berkepanjangan serta meminta korban besar baik jiwa maupun materi. Rupanya dalam kemelut itu saudaranya Ma Nuru Sarei meninggalkan Bima menuju pula Jawa mengikuti jalur perdagangan yakni di Gresik. Gresik disamping pusat perdagangan Islam juga menjadi pusat pengembangan agama Islam. Manuru Sarei memeluk agama Islam. Karena Dia adalah salah seorang keturunan Raja Bima maka perkawinannya dengan Ratu Kedhaton tidak ada masalah.

Selanjutnya Dr. Peter Carey menulis :

"Ibu Dipanagara Raden Ayu Mangkara Wati ( c. 1770 – 1852 ) isteri tidak resmi ( Garwa Ampean ) Sultan Hamengku Bowono III ( m. 1812 – 1814 ) adalah anak keturunan Kyai Ageng Prampelan ( orang dipuja-puja dizaman Senopati”.

Dari data serta keterangan tersebut dapat disimpulkan :
  1. Kyai Ageng Derpa Yuda adalan anak Kyai Sulaiman Putera Raja Bima
  2. Kyai Ageng Derpa Yuda mempunyai puteri bernama Ratu Ageng yang tinggal di Tegalrejo
  3. Ratu Ageng Tegalrejo mempunyai puter bernama Raden Ayu Mangkara Wati.
  4. Raden Ayu Mangkara Wati kawin dengan Sulta Hamengku Bowono III.
  5. Dari perkawinannya itu melahirkan pangeran Diponegoro yang dikenal pula dengan nama pangeran Ngabdulkamid.
Dalam diri pangeran Diponegoro pahlawan Nasional pahlawan nasional mengalir darah campuran Bima – Madura sebagai cikal bakal moyangnya lahir sebagai generasi kelima. Selama dalam pengasingan Belanda Pangeran Diponegoro menggunakan namaPangeran Ngabdulkamid.(*86)

(sumber: http://fitua.blogspot.com/2011/11/pangeran-diponegoro-berdarah-bima.html)

Monday, February 20, 2012

Sejarah Walisongo ( Versi Kekhalifahan Turki Utsmani )



Tidak sedikit umat islam di Indonesia yang percaya dengan kisah Walisongo (versi Jawa fiktif)
yang penuh dengan cerita-cerita yang sarat dengan mistik dan tahayul yang memang tidak masuk akal atau bertentangan dengan akidah Islamiyah.
Sebuah naskah yang mengambil informasi dari sumber orisinil dan terpercaya yang tersimpan di museum Istana Istambul Turki mengungkapkan ternyata organisasi Walisongo dibentuk oleh Sultan Muhammad I (Kekhalifahan Turki Utsmani) tahun 1404 M/808 H.
Berdasarkan laporan para saudagar Gujarat India itu, Sultan Muhammad I lalu ingin mengirim tim yang beranggotakan sembilan orang, yang memiliki kemampuan di berbagai bidang, tidak hanya bidang ilmu agama saja.
Untuk itu Sultan Muhammad I mengirim surat kepada pembesar di Afrika Utara dan Timur Tengah, yang isinya minta dikirim beberapa orang ulama.
Berdasarkan perintah Sultan Muhammad I itu lalu dibentuk tim beranggotakan 9 orang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa pada tahun 1404. Tim tersebut diketuai oleh Maulana Malik Ibrahim yang merupakan ahli mengatur negara dari Turki. Berita ini tertulis di dalam kitab Kanzul ‘Hum karya Ibnul Bathuthah, yang kemudiah dilanjutkan oleh Syekh Maulana Al Maghribi.

Wali Songo Angkatan Ke-1, tahun 1404 M/808 H. Terdiri dari: 1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara. 2. Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan. 3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir. 4. Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko. 5. Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara. 6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan. 7. Maulana Hasanudin, dari Palestina. 8. Maulana Aliyudin, dari Palestina. 9. Syekh Subakir, dari Iran, Ahli rukhyah.

Wali Songo Angkatan ke-2, tahun 1436 M, terdiri dari : 1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan 2. Maulana Ishaq, asal Samarqand, Rusia Selatan 3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, asal Mesir 4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, asal Maroko 5. Sunan Kudus, asal Palestina 6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina 7. Maulana Hasanuddin, asal Palestina 8. Maulana 'Aliyuddin, asal Palestina 9. Syekh Subakir, asal Persia Iran.

Wali Songo Angkatan ke-3, 1463 M, terdiri dari: 1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan 2. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim 3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, asal Mesir 4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, asal Maroko 5. Sunan Kudus, asal Palestina 6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina 7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim 8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim 9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim

Wali Songo Angkatan ke-4,1473 M, terdiri dari : 1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan 2. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim 3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak 4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon 5. Sunan Kudus, asal Palestina 6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina 7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim 8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim 9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim

Wali Songo Angkatan ke-5,1478 M, terdiri dari : 1. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim 2. Sunan Muria, asal Gunung Muria, Jawa Tengah 3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak 4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon 5. Sunan Kudus, asal Palestina 6. Syaikh Siti Jenar, asal Persia, Iran 7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim 8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim 9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim

Wali Songo Angkatan ke-6,1479 M, terdiri dari : 1. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim 2. Sunan Muria, asal Gunung Muria, Jawa Tengah 3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak 4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon 5. Sunan Kudus, asal Palestina 6. Sunan Tembayat, asal Pandanarang 7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim 8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim 9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim

Walisongo adalah gerakan berdakwah untuk menyebarkan Islam seusuai akidah islamiah dan bukan penyebar ajaran-ajaran yang justru bertentangan dengan islam.
Oleh karena gerakan ini mendapat perlawanan dengan gerakan yang lain, termasuk gerakan walisongo versi jawa (versi fiktif) yang semuanya ternyata adalah orang cina. Beberapa tokoh Walisongo juga sebagai penasehat kerajaan Islam Demak yang dipimpin oleh Raden Fatah yang nama aslinya adalah Cek ko po (Keturunan Cina) yang memerintah di tanah Jawa.
Dengan informasi baru itu terjungkir-baliklah pengagum sejarah Walisongo versi Jawa (versi fiktif). Ternyata memang sejarah Walisongo versi non-Jawa, seperti telah disebutkan di muka, tidak pemah diekspos, entah oleh Belanda atau oleh siapa (yang berkepentingan), agar orang Jawa, termasuk yang memeluk agama Islam, selamanya terus dan semakin tersesat dari kenyataan yang sebenarnya.

Dengan informasi baru itu menjadi jelaslah apa sebenamya Walisongo itu. Semua walisongo memiliki misi yang tidak lain adalah menyebarkan agama islam di tanah jawa khususnya dan di nusantara pada umumnya dan bukan penyebar ajaran yang menyimpang dari hukum islam.

Wednesday, December 28, 2011

Tragedi Karbala semangat dan cinta ( serta penguasa yang Zalim )


Setiap peristiwa besar dan penting, yang dilakukan oleh tokoh-tokoh besar dan penting pula, sudah pasti mengandung pelajaran-pelajaran berharga yang dapat diambil dan dimanfaatkan sebagai contoh teladan bagi kehidupan umat dan bangsa lain. Salah satu peristiwa besar dan penting ini ialah peristiwa yang selalu kita peringati setiap kali datang bulan Muharram, karena peristiwa yang kita peringati itu terjadi pada bulan suci ini. Pada kesempatan kali ini, kami ingin mengajak Anda semua untuk mempelajari secara singkat berbagai hal berkenaan tragedi bulan Muharram yang dikenal dengan tragedi asyura ini
Tak diragukan bahwa kebangkitan asyura, selain memiliki dampak-dampak keagamaan, individual dan sosial, juga memiliki ciri-ciri khusus yang bisa dikatakan tidak terdapat dalam peristiwa-peristiwa lain. Di antara ciri-ciri tersebut ialah:
1. Kristalisasi haq dan hakekat dalam bentuknya yang agung dan abadi
Artinya, kebangkitan Imam Husein beserta sejumlah keluarga dan pengikut setia beliau ini membuktikan bahwa kebenaran dan hakekat masih hidup dan siap bertahan dengan segala bentuk pengorbanannya di hadapan kebatilan dan kezaliman.
2. Dalam tragedi asyura di Padang Karbala ini, kezaliman yang sangat keji dan kesesatan yang sedemikian parahnya, dapat disaksikan dengan jelas dan gamblang.
3. Peristiwa Karbala, menjadi simbol teriakan kaum tertindas di sepanjang zaman.
4. Front Kebenaran dan Front Kebatilan menemukan bentuknya yang sangat utuh dan jelas dalam tragedi ini sehingga setiap orang dapat membedakan dengan mudah, mana kebenaran dan mana kebatilan.
5. Nilai-nilai yang dapat diambil sebagai pelajaran dari tragedi asyura tidak terbatas pada masa dan tempat tertentu. Nilai-nilai tersebut bersifat universal.

Lalu apakah kira-kira hal-hal yang mendorong terjadinya peristiwa sedemikian tragis yang menggoreskan lembaran hitam dalam sejarah Islam ini? Penjelasan berikut ini akan dapat memaparkan faktor-faktor terjadinya tragedi asyura ini:
Pertama, terpilih dan naiknya orang-orang yang tidak saleh sebagai pemimpin. Sejak Ahlul Bait Nabi a.s. tersingkir dari hak mereka sebagai penerus kepemimpinan Rasul Allah SAW terhadap umat Islam, maka yang muncul kemudian ialah para pemimpin yang tidak saleh, yang dapat disaksikan dengan jelas sejak munculnya Muawiyah bin Abi Sufyan. Ialah yang kemudian menjadikan pemerintahan Islam sebagai kerajaan yang kekuasaannya diwariskan secara turun temurun. Di dalam sistem kerajaan, seorang putra raja otomatis akan menggantikan ayahnya, meskipun pada kenyataannya ia tidak memiliki kelayakan sebagai pemimpin. Untuk itulah seringkali muncul pemimpin zalim.
Sejarah manusia menunjukkan secara jelas bahwa pemimpin zalim hanya berpikir untuk mempertahankan kekuasaannya dengan cara apa pun, termasuk dengan cara mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya dan menguasainya sendirian. Di antara cara mempertahankan kekuasaan pemimpin zalim ialah dengan menyebarkan nilai-nilai kezaliman di kalangan para pejabat pemerintahannya bahkan di tengah masyarakat luas. Untuk itulah pemimpin zalim tidak pernah menyukai orang-orang saleh, bahkan menganggapnya sebagai sumber ancaman terhadap kekuasaannya.
Sejarah juga membuktikan bahwa Muawiyah dan anaknya Yazid, serta mayoritas para penguasa Bani Umayyah, yang disusul kemudian dengan para pemimpin Bani Abbasiyah, adalah jenis pemimpin zalim seperti itu. Akibatnya sudah barang tentu menyebarnya dekadensi moral di sebagian besar lapisan masyarakat, terutama di kalangan para pejabat negara. Ketidakadilan, kesemena-menaan, kejahatan dan ketidakamanan menyebar ke mana-mana. Di antara yang paling parah ialah munculnya diskriminasi rasial di kalangan masyarakat muslim, dan meluasnya ideologi-ideologi sesat yang merusak akidah dan keyakinan Islam. Semua itu benar-benar merupakan ancaman serius bagi ajaran Islam yang murni.
Melihat kondisi buruk itu, yang mencapai puncaknya di zaman Yazid bin Muawiyah, maka sejumlah tokoh Kufah, Irak, yang dulu merupakan pengikut Imam Ali a.s. dan Imam Hasan a.s., menulis surat kepada Imam Husein a.s. agar datang ke Kufah untuk memimpin masyarakat Kufah memerangi Yazid. Imam Husein a.s. yang merasa terpanggil untuk menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, memenuhi panggilan masyarakat Kufah ini dan berangkat menuju ke kota bekas pusat pemerintahan ayahanda beliau itu.
Akan tetapi, pihak penguasa, yaitu Yazid yang mencium gerak-gerik penduduk Kufah ini, segera mengirim pasukan militer ke kota ini dan membasmi gerakan tersebut dengan menangkapi, memenjarakan dan membunuhi para tokohnya. Dengan demikian, jadilah Imam Husein a.s. kehilangan pendukung besarnya. Akan tetapi, beliau tetap berniat datang ke Kufah. Yazid yang mengetahui bahwa Imam Husein a.s. tetap bergerak menuju ke Kufah, mengirim bala tentara lengkap untuk mencegah kedatangan beliau ke kota ini.
Terhalang untuk masuk ke kota Kufah, akhirnya rombongan Imam Husein a.s. digiring hingga tiba di sebuah padang pasir bernama Karbala. Ketika datang perintah dari Yazid di Syam, agar Imam Husein beserta rombongannya dibantai, maka terjadilah pertempuran yang sangat tak seimbang, yang kemudian dikenal di seluruh dunia dan di sepanjang sejarah sebagai tragedi Karbala.

Berikut ini adalah uraian sekilas hasil-hasil yang dicapai oleh revolusi Imam Husein a.s. ini. Di antara yang dapat disebutkan sebagai hasil-hasil kebangkitan Imam Husein a.s. ialah:
1. Terbongkarnya kedok yang menutupi kejahiliyahan dan kezaliman pemerintahan para penguasa pada zaman beliau, dan tereksposnya wajah buruk pemerintahan tiran mereka kepada seluruh masyarakat Islam.
2. Kebangkitan semangat keagamaan dalam menentang para penguasa tiran dan diktator.
3. Revivalisasi ajaran-ajaran Islam yang murni.
4. Kebangkitan kesadaran sejarah dan keteladanan kebangkitan Imam Husein dalam menentang kezaliman bagi umat manusia di sepanjang zaman.
5. Penyadaran umat muslimin akan hak-hak mereka pada para penguasa, serta kewajiban-kewajiban para penguasa terhadap mereka.
6. Dihidupkannya kembali budaya amar ma'ruf nahi munkar di tengah masyarakat Islam.
7. Dihidupakannya kembali sunnah Nabi di kalangan kaum muslimin.
8. Bangkitnya perhatian dan kecintaan rakyat kepada Ahlul Bait Nabi dan keturunan mereka.
9. Penjalinan hubungan emosional dan idiologi antara ummat manusia dan kebangkitan Imam Husein a.s.

Jika kita pelajari dengan baik situasi dan kondisi yang melingkupi kehidupan muslimin di tahun-tahun kebangkitan Imam Husein ini, atau dengan kata lain, jika kita mengetahui dan mengenal siapa itu Muawiyah dan siapa Yazid, anaknya yang kemudian mewarisi kekuasaannya, demikian pula jika kita kenal dengan baik siapa Imam Husein, keluarga dekat dan para pengikut setia yang menyertai beliau ke Karbala, maka akan kita ketahui pula dengan baik, ciri-ciri, faktor, tujuan dan hasil-hasil perjuangan Imam Husein a.s. yang berakhir dengan sangat tragis di Padang Karbala.
Untuk itu mari kita mempelajari sejarah peristiwa Karbala ini dengan sebaik-baiknya. Sisihkan sedikit waktu untuk mempelajari kehidupan Imam Husein dan perjuangan beliau ini. Waktu yang berjalan detik demi detik di Karbala, semuanya memberikan pesan dan petunjuk. Tiap wajah di Karbala mengekspresikan suatu pesan. Di Karbala, manusia terbagi dua kelompok dan masing-masing memainkan perannya. Yang satu memerankan kebaikan dan keindahan, sedangkan yang lain memerankan kejahatan dan keburukan. Masing-masing telah memainkan peran mereka dengan sangat sempurna. Tragedi Karbala adalah cermin bagi semua manusia. Setiap orang dapat menyaksikan gambaran dirinya di Karbala
Pemisahan antara hak dan batil, antara iman dan kufur, antara keindahan dan keburukan, terulang kembali di Karbala dengan bentuknya yang paling gamblang dan spektakuler. Inilah di antara tujuan besar yang hendak dicapai dengan pengorbanan cucu-cucu Rasul SAW dan sejumlah pengikut setia mereka. Imam Husein menyaksikan bahwa ajaran suci Islam berada dalam ancaman kehancuran oleh ulah para pemegang kekuasaan duniawi yang serakah. Segala usaha telah dilakukan tetapi tidak membuahkan hasil. Di satu sisi, beliau menyaksikan kezaliman para penguasa yang semakin merajalela. Sementara dari sisi lain umat Islam semakin tenggelam dalam tidur lelap yang melenakan.
Untuk itu diperlukan sebuah ledakan besar yang akan mencabut akar-akar kezaliman para penguasa tiran, dan membuyarkan tidur lelap yang melenakan mata hati umat muslimin. Kepada para penguasa zalim harus dikatakan bahwa kekuatan kebenaran masih belum lenyap; dan kepada rakyat harus dikatakan bahwa kekuatan penuntut keadilan masih tegak dan harus tetap ditegakkan. Pengorbanan Imam Husein a.s. beserta keluarga dan pengikut setia beliau telah berhasil mencapai tujuan tersebut. Hingga kini, kita masih dapat menyaksikan kebenaran dan keadilan dan tegaknya ajaran-ajaran Islam yang murni. Disadari atau tidak, semua itu adalah berkat pengorbanan dan perjuangan yang dipimpin oleh Imam Husein yang berakhir di Padang Karbala.
Assalamu ‘alaika yaa Abaa Abdillah wa ‘alal arwaahil ladzii hallat bifinaa-ik.
Assalamu ‘alal Husein....wa ‘ala ‘Aliyyi ibnil Husein ....wa ‘alaa awlaadil Husein wa ‘alaa ashaabil Husein.....alaa ja'alahullaahu aakhirol ‘ahdi minnii liziyaratikum.


diadaptasi dari "unknown"

Tuesday, December 6, 2011

Asal Usul Seni Gambar Karikatur

Asal Usul Seni Gambar Karikatur

Karikatur adalah gambar olok-olok yang mengandung pesan, sindiran, dan sebagainya yang dibuat dengan cara melebih-lebihkan gambaran seseorang atau sesuatu dengan tetap mempertahankan kemiripan visual dengan orang atau benda aslinya. Karikatur berasal dari bahasa Italia, “caricare”, yang artinya memuat (dalam hal ini memuat berlebihan). Kata “caricatura” baru populer dan digunakan orang dalam kehidupan dunia seni sekitar tahun 1665. Seniman yang mengenalkan kata itu adalah Gian Lorenzo Bernini, seorang pematung dan arsitek, ketika datang ke Perancis.

Sebuah karikatur dapat disebut sebagai kartun, akan tetapi kartun tidak bisa disebut karikatur. Namun dari keduanya ada persamaan, yaitu sama-sama memiliki unsur humor yang kata Freud adalah ’sebuah perang kecil terhadap diri sendiri’. Isi karikatur bisa berupa sindiran atau pujian dan dapat pula dimaksudkan untuk tujuan politis atau dibuat semata-mata untuk hiburan. Karikatur politik biasa ditemukan di kartun editorial, sementara karikatur selebriti sering ditemukan di majalah hiburan yang di buat oleh menggunakan jasa karikatur profesional

Banyak seniman-seniman besar populer kartun di dunia ini memiliki gaya mereka sendiri menciptakan animasi tanda tangan Anda. Semua karakter kartun dibuat dengan berbagai gaya dan tema, anime, pahlawan dan dongeng adalah beberapa kartun populer. Baik anak-anak dan para orang dewasa bersenang-senang sambil menonton kartun kartun, karena mereka memberikan rasa humor saja.Sebagian besar dari mereka memiliki strategi mereka sendiri tentang cara menggambar satukartuNn Jadi berikut adalah beberapa cara sederhana untuk menggambar karikatur karikatur gambar untuk warna

Sumber : korananakindonesia.wordpress.com

www.http://www.karikaturmu.com
Phone : 0341-6500606 hp 087859686791
Email : info@tatawarna.com
Kantor Pusat :
Jl. Raya Tlogomas 41 Kota Malang

Thursday, May 26, 2011

Kisah Nabi Muhammad SAW dan Pengemis Yahudi Buta

Alkisah, hiduplah Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi ia lalui dengan selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".

"Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad."

Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?",tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Nah Sahabat!! Begitu mulianya Nabi Muhammd SAW, meski dicela, dimaki dan dihina tetapi Beliau tetap berperilaku baik terhadap pengemis tersebut. Kisah ini mengajarkan kepada kita semua tentang berakhlaq baik baik kepada sesama muslim maupun non-muslim, mengajarkan kita bagaimana menyikapi perbuatan buruk yang orang timpakan kepada kita. Melalui kisah ini kita dapat mencontoh perbuatan Beliau dan mengaplikasikannya pada era modern ini.